Rabu, 04 April 2012

bacaan

Hypnotherapy For Children

Setiap orangtua pasti berharap suatu saat hari nanti anak yang sudah hadir dalam kehidupan mereka menjadi orang yang berarti,berprestasi,dan berguna bagi orang lain. Namun , dengan berjalannya waktu, mereka sering kali menjadi cemas melihat perubahan diri anak mereka yang sewaktu bayi imut dan lucu sekarang mulai bandel,nakal,kerap membantah, gampang sakit.
Hampir setiap orangtua mengalami kesulitan saat menghadapi anak-anak mereka yang dianggap bermasalah.untuk memudahkan anda mengamati dan membantu anak berikut lima kategori masalah yang sering terjadi pada anak.
  • 1.     Pola Kebiasaan  
  • Yang masuk dalam kategori ini adalah pola kebiasaan seperti menggigit kuku, makan berlebihan, mengisap jempol,enuresis ( ngompol saat tidur ).
  • 2.    Perasaan Takut
  • Perasaan takut yang umum terjadi pada anak yaitu takut pada binatang , serangga , gelap , dokter , jarum , darah , takut sendirian , dan takut ujan.
  • 3.    Perilaku
  • Perilaku disini adalah tindakan anak seperti suka memukul,berteriak , berbohong , mencuri , membantah meletakkan buku atau sepatu pada tempatnya.
  • 4.    Prestasi
  • Masalah prestasi meliputi aspek merapikan tempat tidur,membersihkan kamar , mengerjakan PR , nilai ujian , dan olahraga.
  • 5.    Citra Diri
  • Yang masuk dalam kategori ini adalah perasaan bersalah m ketidakbahagian  , mimpi buruk , rasa percaya diri , perasaan diri berharga , perasaan diri mampu , dan gagap. 
Cara melakukan terapi atau troubleshooting masalah , ada 4 kangkah yang perlu diajalani sebelum terapidilakukan :
·         Orangtua dan anak menyadari bahwa memang ada masalah yang perlu diatasi.
·         Orangtua dan anak mengakui bahwa memang ada masalah yang perlu diatasi.
·         Orangtua dan anak menerima bahwa memang ada masalah yang perlu diatasi.
·         Orangtua dan anak secara sadar mau mengatasi masalah
        Jadi dalam 4 langkah tersebut , maka tampak jelas bahwa “orangtua dan anak” tidak bisa hanya salah satu pihak. Masalah anak hanya bisa diatasi dengan keterllibatan orangtua. Orangtua dan anak bkerja sebagai satu tim untuk mengalahkan ( mengatasi ) suatu masalah .

sumber : 
Gunawan, Adi W .2010. Hypnotherapy For Children. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.



Minggu, 01 April 2012

education.baby blues

Baby Blues
Awalnya kurang mengetahui nama istilah “ baby blues ” , baru mengetahuinya setelah infotaiment membuat berita gosip tentang nirina zubir pasca melahirkan . baby blues adalah depresi pasca melahirkan biasanya dalam 6 minggu pertama. Depresi ini adalah suatu kondisiyang secara medis dapat membuat perasaan ibu perasaan sedih dan putus asa.masyarakat kurang mengetahui apa sih penyebab baby blues dan disini akan dijelaskan apa penyebabnya yang terdiri dari empat faktor yaitu :
  • 1.     Hormonal, usai bersalin kadar hormon kortsol ( hormon pemicu stress ) pada tubuh ibu naik hingga mendekati kadar orang yang sedang mengalami depresi.
  • 2.    Psikologis, berkurangnya perhatian keluarga terutama suami karena semua perhatian tertuju pada anak yang baru lahir. Padahal usai persalinan si ibu yang merasa lelah dan sakit pascapersalinan membuat ibu membutuhkan perhatian. Kecewa terhadap penampilan fisik si kecil karena tidak sesuai dengan yang diinginkan juga bisa memicu baby blues.
  • 3.    Fisik, kelelahan fisik karena aktivitas mengasuh bayi, menyusui , memandikan, mengganti popok dan menimang sepanjang hari bahkan tak jarang dimalam buta sangat lah menguras tenaga. Apalagi jika tidak ada bantuan dari suami ataupun anggota keluarga yang lain.
  • 4.    Sosial , si ibu merasa suli menyesuaikan diri dengan peran yang baru sebagai ibu. Apalagi kini gaya hidupnya yang berubah drastis . Anda merasa dijauhi oleh lngkungan dan terasa terikat terus dengan si kecil.
 
Ciri-ciri :
·         Menangis tanpa sebab
·         Berkeringat dingin
·         Sulit tidur
·         Gelisah,bingung dan tegang
Cara Mengatasi :
1.     Mintalah bantuan oranglain , misalnya kerabat atau teman untuk membantu anda mengurus si kecil.
2.    Ibu yang baru saja melahirkan sangat butuh istirahat dan tidur yang cukup. Lebih banyak istirahat di minggu pertama dan bulan-bulan pertama setelah melahirkan bisa mencega timbulnya depresi dan memulihkan tenaga yang seolah terkuras habis.
3.    Hindarilah makanan manis serta makanan dan minuman yang mngandung kafein karena kedua makanan ini berpotensi memperburuk depresi.
4.    Konsumsilah makanan yang bernutrisi agar tubuh cepat pulih, sehat dan segar.
5.    Cobalah berbagi rasa dengan suami dan orang terdekat lainnya. Dukungan dari mereka bisa membantu anda mengurangi depresi.
Artikel ini saya buat karena saya pernah melihat secara jelas oleh salah satu ibu dilingkungan keluarga saya. Dia sangat mengalami baby blues pada anak  pertama yang mungkin menurutnya adalah pengalaman yang membuat dia merasa menjadi haru dan menyenangkan.
 
 

bacaan tentang baby blues

Baby Blues
Awalnya kurang mengetahui nama istilah “ baby blues ” , baru mengetahuinya setelah infotaiment membuat berita gosip tentang nirina zubir pasca melahirkan . baby blues adalah depresi pasca melahirkan biasanya dalam 6 minggu pertama. Depresi ini adalah suatu kondisiyang secara medis dapat membuat perasaan ibu perasaan sedih dan putus asa.masyarakat kurang mengetahui apa sih penyebab baby blues dan disini akan dijelaskan apa penyebabnya yang terdiri dari empat faktor yaitu :
  • 1.     Hormonal, usai bersalin kadar hormon kortsol ( hormon pemicu stress ) pada tubuh ibu naik hingga mendekati kadar orang yang sedang mengalami depresi.
  • 2.    Psikologis, berkurangnya perhatian keluarga terutama suami karena semua perhatian tertuju pada anak yang baru lahir. Padahal usai persalinan si ibu yang merasa leah dan sakit pascapersalinan membuat ibu membutuhkan perhatian. Kecewa terhadap penampilam fisik si kecil karena tidak sesuai dengan yang diinginkan juga bisa memicu baby blues.
  • 3.    Fisik, kelelahan fisik karena aktivitas mengasuh bayi, menyusui , memandikan, mengganti popok dan menimang sepanjang hari bahkan tak jarang dimalam buta sangat lah menguras tenaga. Apalagi jika tidak ada bantuan dari suami ataupun anggota keluarga yang lain.
  • 4.    Sosial , si ibu merasa suli menyesuaikan diri dengan peran yang baru sebagai ibu. Apalagi kini gaya hidupnya yang berubah drastis . Anda merasa dijauhi oleh lngkungan dan terasa terikat terus dengan si kecil. 
Ciri-ciri :
·         Menangis tanpa sebab
·         Berkeringat dingin
·         Sulit tidur
·         Gelisah,bingung dan tegang
Cara Mengatasi :
1.     Mintalah bantuan oranglain , misalnya kerabat atau teman untuk membantu anda mengurus si kecil.
2.    Ibu yang baru saja melahirkan sangat butuh istirahat dan tidur yang cukup. Lebih banyak istirahat di minggu pertama dan bulan-bulan pertama setelah melahirkan bisa mencega timbulnya depresi dan memulihkan tenaga yang seolah terkuras habis.
3.    Hindarilah makanan manis serta makanan dan minuman yang mngandung kafein karena kedua makanan ini berpotensi memperburuk depresi.
4.    Konsumsilah makanan yang bernutrisi agar tubuh cepat pulih, sehat dan segar.
5.    Cobalah berbagi rasa dengan suami dan orang terdekat lainnya. Dukungan dari mereka bisa membantu anda mengurangi depresi.
Artikel ini saya buat karena saya pernah melihat secara jelas oleh salah satu ibu dilingkungan keluarga saya. Dia sangat mengalami baby blues pada anak  pertama yang mungkin menurutnya adalah pengalaman yang membuat dia merasa menjadi haru dan menyenangkan.
 
 

bacaan tentang baby blues

Baby Blues
Awalnya kurang mengetahui nama istilah “ baby blues ” , baru mengetahuinya setelah infotaiment membuat berita gosip tentang nirina zubir pasca melahirkan . baby blues adalah depresi pasca melahirkan biasanya dalam 6 minggu pertama. Depresi ini adalah suatu kondisiyang secara medis dapat membuat perasaan ibu perasaan sedih dan putus asa.masyarakat kurang mengetahui apa sih penyebab baby blues dan disini akan dijelaskan apa penyebabnya yang terdiri dari empat faktor yaitu :
  • 1.     Hormonal, usai bersalin kadar hormon kortsol ( hormon pemicu stress ) pada tubuh ibu naik hingga mendekati kadar orang yang sedang mengalami depresi.
  • 2.    Psikologis, berkurangnya perhatian keluarga terutama suami karena semua perhatian tertuju pada anak yang baru lahir. Padahal usai persalinan si ibu yang merasa leah dan sakit pascapersalinan membuat ibu membutuhkan perhatian. Kecewa terhadap penampilam fisik si kecil karena tidak sesuai dengan yang diinginkan juga bisa memicu baby blues.
  • 3.    Fisik, kelelahan fisik karena aktivitas mengasuh bayi, menyusui , memandikan, mengganti popok dan menimang sepanjang hari bahkan tak jarang dimalam buta sangat lah menguras tenaga. Apalagi jika tidak ada bantuan dari suami ataupun anggota keluarga yang lain.
  • 4.    Sosial , si ibu merasa suli menyesuaikan diri dengan peran yang baru sebagai ibu. Apalagi kini gaya hidupnya yang berubah drastis . Anda merasa dijauhi oleh lngkungan dan terasa terikat terus dengan si kecil.

Ciri-ciri :
·         Menangis tanpa sebab
·         Berkeringat dingin
·         Sulit tidur
·         Gelisah,bingung dan tegang
Cara Mengatasi :
1.     Mintalah bantuan oranglain , misalnya kerabat atau teman untuk membantu anda mengurus si kecil.
2.    Ibu yang baru saja melahirkan sangat butuh istirahat dan tidur yang cukup. Lebih banyak istirahat di minggu pertama dan bulan-bulan pertama setelah melahirkan bisa mencega timbulnya depresi dan memulihkan tenaga yang seolah terkuras habis.
3.    Hindarilah makanan manis serta makanan dan minuman yang mngandung kafein karena kedua makanan ini berpotensi memperburuk depresi.
4.    Konsumsilah makanan yang bernutrisi agar tubuh cepat pulih, sehat dan segar.
5.    Cobalah berbagi rasa dengan suami dan orang terdekat lainnya. Dukungan dari mereka bisa membantu anda mengurangi depresi.
Artikel ini saya buat karena saya pernah melihat secara jelas oleh salah satu ibu dilingkungan keluarga saya. Dia sangat mengalami baby blues pada anak  pertama yang mungkin menurutnya adalah pengalaman yang membuat dia merasa menjadi haru dan menyenangkan.



Rabu, 21 Maret 2012

Teori Perkembangan Menurut Erikson

Bahwa manusia mempunyai perluasan asas yang sama dan perkembangan mereka bergantung kepada rindak balas terhadap keperluan tersebut.

Adapun tingkatan dalam delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut :
1.Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan
Tahap ini berlangsung pada masa oral, kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun. Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. Kepercayaan ini akan terbina dengan baik apabila dorongan oralis pada bayi terpuaskan, misalnya untuk tidur dengan tenang.
2.Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu
Pada tahap kedua adalah tahap anus-otot (anal-mascular stages), masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. Apabila dalam menjalin suatu relasi antara anak dan orangtuanya terdapat suatu sikap/tindakan yang baik, maka dapat menghasilkan suatu kemandirian. Namun, sebaliknya jika orang tua dalam mengasuh anaknya bersikap salah, maka anak dalam perkembangannya akan mengalami sikap malu dan ragu-ragu.
3.Inisiatif vs Kesalahan
Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun, dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan.
4. Kerajinan vs Inferioritas
Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. Salah satu tugas yang diperlukan dalam tahap ini ialah adalah dengan mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri. Saat anak-anak berada tingkatan ini area sosialnya bertambah luas dari lingkungan keluarga merambah sampai ke sekolah, sehingga semua aspek memiliki peran, misalnya orang tua harus selalu mendorong, guru harus memberi perhatian, teman harus menerima kehadirannya, dan lain sebagainya.
5.Identitas vs Kekacauan Identitas
Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja), yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. Pencapaian identitas pribadi dan menghi           ndari peran ganda merupakan bagian dari tugas yang harus dilakukan dalam tahap ini. Menurut Erikson masa ini merupakan masa yang mempunyai peranan penting, karena melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego, dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat.
6.Keintiman vs Isolasi
Tahap pertama hingga tahap kelima sudah dilalui, maka setiap individu akan memasuki jenjang berikutnya yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Jenjang ini menurut Erikson adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri.
7.Generativitas vs Stagnasi
Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh, dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Apabila pada tahap pertama sampai dengan tahap ke enam terdapat tugas untuk dicapai, demikian pula pada masa ini dan salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi).
8.Integritas vs Keputusasaan
Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Dalam teori Erikson, orang yang sampai pada tahap ini berarti sudah cukup berhasil melewati tahap-tahap sebelumnya dan yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan. Tahap ini merupakan tahap yang sulit dilewati menurut pemandangan sebagian orang dikarenakan mereka sudah merasa terasing dari lingkungan kehidupannya, karena orang pada usia senja dianggap tidak dapat berbuat apa-apa lagi atau tidak berguna.

Teori kepribadian psikoseksual Sigmund Freud

1. Fase Oral
Pada tahap oral, sumber utama bayi interaksi terjadi melalui mulut, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah sangat penting. Mulut sangat penting untuk makan, dan bayi berasal kesenangan dari rangsangan oral melalui kegiatan memuaskan seperti mencicipi dan mengisap. Karena bayi sepenuhnya tergantung pada pengasuh (yang bertanggung jawab untuk memberi makan anak), bayi juga mengembangkan rasa kepercayaan dan kenyamanan melalui stimulasi oral.

2. Fase Anal
      Pada tahap anal , Freud percaya bahwa focus pertama dari libido adalah pada pengendalian pada kandung kemih dan buang air besar . konflik utama pada tahap ini adalah pelatihan toilet pada anak  hatus belajar mengendalikan kebutuhan tubuhnya. Mengembangkan kontrol ini menyebabkan rasa prestasi dan kemandirian
3. Fase Phalic 
Pada tahap phallic , fokus utama dari libido adalah pada alat kelamin. Anak-anak juga menemukan perbedaan antara pria dan wanita. Freud juga percaya bahwa anak laki-laki mulai melihat ayah mereka sebagai saingan untuk ibu kasih sayang itu. Kompleks Oedipusmenggambarkan perasaan ini ingin memiliki ibu dan keinginan untuk menggantikan ayah.Namun, anak juga kekhawatiran bahwa ia akan dihukum oleh ayah untuk perasaan ini, takut Freud disebut pengebirian kecemasan.
4. Fase Latent
Periode laten adalah saat eksplorasi di mana energi seksual tetap ada, tetapi diarahkan ke daerah lain seperti pengejaran intelektual dan interaksi sosial. Tahap ini sangat penting dalam pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi dan kepercayaan diri.
       5. Fase Genital
Pada tahap akhir perkembangan psikoseksual, individu mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan jenis. Dimana dalam tahap-tahap awal fokus hanya pada kebutuhan individu, kepentingan kesejahteraan orang lain tumbuh selama tahap ini. Jika tahap lainnya telah selesai dengan sukses, individu sekarang harus seimbang, hangat dan peduli. Tujuan dari tahap ini adalah untuk menetapkan keseimbangan antara berbagai bidang kehidupan .

Ciri-ciri Kepribadian Sehat :
                           
  • Mampu menilai diri sendiri secara realisitik : mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
  • Mampu menilai situasi secara realistik : dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
  • Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik : dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik.
  • Menerima tanggung jawab : dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
  • Kemandirian : memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
  • Dapat mengontrol emosi : merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)
  • Berorientasi tujuan : dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
  • Berorientasi keluar (ekstrovert) : bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.
  • Penerimaan sosial : mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
  • Memiliki filsafat hidup : mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
  • Berbahagia : situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktor-faktor achievement (prestasi) acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang ).

Konsep Sehat dan Dimensinya

Kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan.

SEHAT MENTAL (JIWA)
 1. Sehat pikiran
 2. Sehat emosional
 3. Sehat spiritual

  1. Sehat Pikiran: tercermin dari cara berpikir seseorang,yakni mampu berpikir logis (masuk akal) atau berpikir secara runtut
  2. Sehat Emosional: tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya atau pengendalian diri yang baik
  3. Sehat sosial: seseorang mampu berhubungan dengan orang lain secara baik, atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama atau kepercayaan,status sosial , ekonomi, politik
  4. Sehat Spiritual: tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian atau penyembahan terhadap sang pencipta alam dan seisinya, yang dapat dilihat dari praktik keagamaan atau kepercayaannya serta perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma masyarakat.

Dimensi Sehat :

Sehat ditinjau dari beberapa dimensi, antara lain :
 1) Kesehatan jasmani
 2) Kesehatan mental
 3) Kesehatan social
 4) Kesehatan spiritual
 5) Kesehatan societal

Sejarah Kesehatan Mental
           
            Sejarah keshatan mental merupakan cerminan dari pandangan masyarakat terhadap gangguan mental dan perlakuan yang diberikan. Ada beberapa pandangan masyarakat antara lain :
  • Akibat kekuatan supranatural
  • Dirasuk oleh roh/kesehatan
  • Dianggap kriminal karena memiliki derajat kebinatangan yang besar
  • Dianggap memiliki cara berpikir irasional
  • Dianggap sakit
  • Merupakan reaksi terhadap tekanan/stress , merupakan perilaku maladaptif
  • Melarikan dari tanggung jawab


         Daftar Pustaka : Siswanto.S.Psi.Msi.2007.KESEHATAN MENTAL.Yogyakarta : Andi

                                  Santrock, John W. 2002. Life-Span Development Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

    tulisan ( Teori kepribadian dan kesehatan mental )

    tugas ( konsep sehat dan sejarah kesehatan mental )

    Konsep Sehat dan Dimensinya

    Kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan.

    SEHAT MENTAL (JIWA)
     1. Sehat pikiran
     2. Sehat emosional
     3. Sehat spiritual

    1. Sehat Pikiran: tercermin dari cara berpikir seseorang,yakni mampu berpikir logis (masuk akal) atau berpikir secara runtut
    2. Sehat Emosional: tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya atau pengendalian diri yang baik
    3. Sehat sosial: seseorang mampu berhubungan dengan orang lain secara baik, atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama atau kepercayaan,status sosial , ekonomi, politik
    4. Sehat Spiritual: tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian atau penyembahan terhadap sang pencipta alam dan seisinya, yang dapat dilihat dari praktik keagamaan atau kepercayaannya serta perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma masyarakat.

    Dimensi Sehat :

    Sehat ditinjau dari beberapa dimensi, antara lain :
     1) Kesehatan jasmani
     2) Kesehatan mental
     3) Kesehatan social
     4) Kesehatan spiritual
     5) Kesehatan societal

    Sejarah Kesehatan Mental
               
                Sejarah keshatan mental merupakan cerminan dari pandangan masyarakat terhadap gangguan mental dan perlakuan yang diberikan. Ada beberapa pandangan masyarakat antara lain :
    • Akibat kekuatan supranatural
    • Dirasuk oleh roh/kesehatan
    • Dianggap kriminal karena memiliki derajat kebinatangan yang besar
    • Dianggap memiliki cara berpikir irasional
    • Dianggap sakit
    • Merupakan reaksi terhadap tekanan/stress , merupakan perilaku maladaptif
    • Melarikan dari tanggung jawab
    daftar pustaka : siswanto.S.Psi.Msi.2007.KESEHATAN MENTAL.Yogyakarta : Andi