Rabu, 21 Maret 2012

Teori Perkembangan Menurut Erikson

Bahwa manusia mempunyai perluasan asas yang sama dan perkembangan mereka bergantung kepada rindak balas terhadap keperluan tersebut.

Adapun tingkatan dalam delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut :
1.Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan
Tahap ini berlangsung pada masa oral, kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun. Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. Kepercayaan ini akan terbina dengan baik apabila dorongan oralis pada bayi terpuaskan, misalnya untuk tidur dengan tenang.
2.Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu
Pada tahap kedua adalah tahap anus-otot (anal-mascular stages), masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. Apabila dalam menjalin suatu relasi antara anak dan orangtuanya terdapat suatu sikap/tindakan yang baik, maka dapat menghasilkan suatu kemandirian. Namun, sebaliknya jika orang tua dalam mengasuh anaknya bersikap salah, maka anak dalam perkembangannya akan mengalami sikap malu dan ragu-ragu.
3.Inisiatif vs Kesalahan
Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun, dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan.
4. Kerajinan vs Inferioritas
Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. Salah satu tugas yang diperlukan dalam tahap ini ialah adalah dengan mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri. Saat anak-anak berada tingkatan ini area sosialnya bertambah luas dari lingkungan keluarga merambah sampai ke sekolah, sehingga semua aspek memiliki peran, misalnya orang tua harus selalu mendorong, guru harus memberi perhatian, teman harus menerima kehadirannya, dan lain sebagainya.
5.Identitas vs Kekacauan Identitas
Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja), yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. Pencapaian identitas pribadi dan menghi           ndari peran ganda merupakan bagian dari tugas yang harus dilakukan dalam tahap ini. Menurut Erikson masa ini merupakan masa yang mempunyai peranan penting, karena melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego, dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat.
6.Keintiman vs Isolasi
Tahap pertama hingga tahap kelima sudah dilalui, maka setiap individu akan memasuki jenjang berikutnya yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Jenjang ini menurut Erikson adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri.
7.Generativitas vs Stagnasi
Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh, dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. Apabila pada tahap pertama sampai dengan tahap ke enam terdapat tugas untuk dicapai, demikian pula pada masa ini dan salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi).
8.Integritas vs Keputusasaan
Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orang-orang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. Dalam teori Erikson, orang yang sampai pada tahap ini berarti sudah cukup berhasil melewati tahap-tahap sebelumnya dan yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan. Tahap ini merupakan tahap yang sulit dilewati menurut pemandangan sebagian orang dikarenakan mereka sudah merasa terasing dari lingkungan kehidupannya, karena orang pada usia senja dianggap tidak dapat berbuat apa-apa lagi atau tidak berguna.

Teori kepribadian psikoseksual Sigmund Freud

1. Fase Oral
Pada tahap oral, sumber utama bayi interaksi terjadi melalui mulut, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah sangat penting. Mulut sangat penting untuk makan, dan bayi berasal kesenangan dari rangsangan oral melalui kegiatan memuaskan seperti mencicipi dan mengisap. Karena bayi sepenuhnya tergantung pada pengasuh (yang bertanggung jawab untuk memberi makan anak), bayi juga mengembangkan rasa kepercayaan dan kenyamanan melalui stimulasi oral.

2. Fase Anal
      Pada tahap anal , Freud percaya bahwa focus pertama dari libido adalah pada pengendalian pada kandung kemih dan buang air besar . konflik utama pada tahap ini adalah pelatihan toilet pada anak  hatus belajar mengendalikan kebutuhan tubuhnya. Mengembangkan kontrol ini menyebabkan rasa prestasi dan kemandirian
3. Fase Phalic 
Pada tahap phallic , fokus utama dari libido adalah pada alat kelamin. Anak-anak juga menemukan perbedaan antara pria dan wanita. Freud juga percaya bahwa anak laki-laki mulai melihat ayah mereka sebagai saingan untuk ibu kasih sayang itu. Kompleks Oedipusmenggambarkan perasaan ini ingin memiliki ibu dan keinginan untuk menggantikan ayah.Namun, anak juga kekhawatiran bahwa ia akan dihukum oleh ayah untuk perasaan ini, takut Freud disebut pengebirian kecemasan.
4. Fase Latent
Periode laten adalah saat eksplorasi di mana energi seksual tetap ada, tetapi diarahkan ke daerah lain seperti pengejaran intelektual dan interaksi sosial. Tahap ini sangat penting dalam pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi dan kepercayaan diri.
       5. Fase Genital
Pada tahap akhir perkembangan psikoseksual, individu mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan jenis. Dimana dalam tahap-tahap awal fokus hanya pada kebutuhan individu, kepentingan kesejahteraan orang lain tumbuh selama tahap ini. Jika tahap lainnya telah selesai dengan sukses, individu sekarang harus seimbang, hangat dan peduli. Tujuan dari tahap ini adalah untuk menetapkan keseimbangan antara berbagai bidang kehidupan .

Ciri-ciri Kepribadian Sehat :
                           
  • Mampu menilai diri sendiri secara realisitik : mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
  • Mampu menilai situasi secara realistik : dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.
  • Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik : dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik.
  • Menerima tanggung jawab : dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
  • Kemandirian : memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
  • Dapat mengontrol emosi : merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)
  • Berorientasi tujuan : dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
  • Berorientasi keluar (ekstrovert) : bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.
  • Penerimaan sosial : mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
  • Memiliki filsafat hidup : mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
  • Berbahagia : situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktor-faktor achievement (prestasi) acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang ).

Konsep Sehat dan Dimensinya

Kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan.

SEHAT MENTAL (JIWA)
 1. Sehat pikiran
 2. Sehat emosional
 3. Sehat spiritual

  1. Sehat Pikiran: tercermin dari cara berpikir seseorang,yakni mampu berpikir logis (masuk akal) atau berpikir secara runtut
  2. Sehat Emosional: tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya atau pengendalian diri yang baik
  3. Sehat sosial: seseorang mampu berhubungan dengan orang lain secara baik, atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama atau kepercayaan,status sosial , ekonomi, politik
  4. Sehat Spiritual: tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian atau penyembahan terhadap sang pencipta alam dan seisinya, yang dapat dilihat dari praktik keagamaan atau kepercayaannya serta perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma masyarakat.

Dimensi Sehat :

Sehat ditinjau dari beberapa dimensi, antara lain :
 1) Kesehatan jasmani
 2) Kesehatan mental
 3) Kesehatan social
 4) Kesehatan spiritual
 5) Kesehatan societal

Sejarah Kesehatan Mental
           
            Sejarah keshatan mental merupakan cerminan dari pandangan masyarakat terhadap gangguan mental dan perlakuan yang diberikan. Ada beberapa pandangan masyarakat antara lain :
  • Akibat kekuatan supranatural
  • Dirasuk oleh roh/kesehatan
  • Dianggap kriminal karena memiliki derajat kebinatangan yang besar
  • Dianggap memiliki cara berpikir irasional
  • Dianggap sakit
  • Merupakan reaksi terhadap tekanan/stress , merupakan perilaku maladaptif
  • Melarikan dari tanggung jawab


         Daftar Pustaka : Siswanto.S.Psi.Msi.2007.KESEHATAN MENTAL.Yogyakarta : Andi

                                  Santrock, John W. 2002. Life-Span Development Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

    tulisan ( Teori kepribadian dan kesehatan mental )

    tugas ( konsep sehat dan sejarah kesehatan mental )

    Konsep Sehat dan Dimensinya

    Kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan.

    SEHAT MENTAL (JIWA)
     1. Sehat pikiran
     2. Sehat emosional
     3. Sehat spiritual

    1. Sehat Pikiran: tercermin dari cara berpikir seseorang,yakni mampu berpikir logis (masuk akal) atau berpikir secara runtut
    2. Sehat Emosional: tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya atau pengendalian diri yang baik
    3. Sehat sosial: seseorang mampu berhubungan dengan orang lain secara baik, atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama atau kepercayaan,status sosial , ekonomi, politik
    4. Sehat Spiritual: tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian atau penyembahan terhadap sang pencipta alam dan seisinya, yang dapat dilihat dari praktik keagamaan atau kepercayaannya serta perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma masyarakat.

    Dimensi Sehat :

    Sehat ditinjau dari beberapa dimensi, antara lain :
     1) Kesehatan jasmani
     2) Kesehatan mental
     3) Kesehatan social
     4) Kesehatan spiritual
     5) Kesehatan societal

    Sejarah Kesehatan Mental
               
                Sejarah keshatan mental merupakan cerminan dari pandangan masyarakat terhadap gangguan mental dan perlakuan yang diberikan. Ada beberapa pandangan masyarakat antara lain :
    • Akibat kekuatan supranatural
    • Dirasuk oleh roh/kesehatan
    • Dianggap kriminal karena memiliki derajat kebinatangan yang besar
    • Dianggap memiliki cara berpikir irasional
    • Dianggap sakit
    • Merupakan reaksi terhadap tekanan/stress , merupakan perilaku maladaptif
    • Melarikan dari tanggung jawab
    daftar pustaka : siswanto.S.Psi.Msi.2007.KESEHATAN MENTAL.Yogyakarta : Andi

      Selasa, 03 Januari 2012

      analisis jurnal

      Siswa sekolah dasar yang berada di Kecamatan Klojen Kota Malang sebagian besar sudah terampil menggunakan internet, dan ada beberapa siswa yang nakal dan sering melakukan kekerasan terhadap temannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan yang signifikan antara kegemaran bermain game di warnet dengan kontrol diri dan perilaku agresif. Siswa yang gemar bermain game di warnet di Kecamatan Klojen Malang terhadap kemampuan mengontrol diri dan menekan perilaku agresif.
      Penelitian ini menggunakan bentuk survey yang dilakukan di warnet yang terletak di wilayah Kecamatan klojen Kota Malang dengan sampel 100 siswa sekolah dasar yang sering berkunjung ke warnet untuk bermain game online.Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner (angket), sedangkan teknik analisis menggunakan teknik analisis regresi ganda.

      Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara bermain game dengan perilaku agresif, hal ini berarti semakin tinggi tingkat kegemaran bermain game online maka semakin tinggi tingkat perilaku agresif anak. Dalam penelitian ini analisis menggunakan rumus regresi ganda (multiple regression). Ditunjukkan oleh Nilai terhitung = 2,395 dan sig (p) = 0,019. Dimana p < 0,05. H0: ditolak dan Ha: diterima. Semakin tinggi tingkat kegemaran bermain game online maka semakin rendah tingkat kemampuan anak dalam mengontrol diri mereka, ini dibuktikan dengan adanya hasil. Nilai t = 8,414 dan sig (p) = 0,000. Dimana p < 0,05. H0: ditolak dan Ha: diterima.

      Disarankan bagi Guru Sekolah Dasar memberikan penyuluhan atau pengertian kepada siswa tentang bahaya dampak bermain game online agar anakanak tidak bermain game di warnet-warnet yang menyediakan fasilitas untuk bermain game online. Bagi orang tua lebih mengontrol kegiatan anaknya di luar sekolah dan di luar rumah, dan permainan yang sering mereka mainkan di warnet yakni game internet. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengadakan penelitian dengan topik yang sama diharapkan dapat menambahkan materi-materi dalam instrumen yang digunakan sehingga data hasil penelitian dapat lebih akurat kemudian, hendaknya dilakukan uji metodologi instrumen yang digunakan dapat lebih valid. Peneliti juga diharapkan dapat mengembangkan populasi atau wilayah penelitiannya

      Sumber                 :  Vrintiana, Sita Erry ( Universitas Negeri Malang )

      Senin, 19 Desember 2011

      Menganalisis Web & Manfaat Dalam Psikologi

             Pada dasaranya jarang sekali para remaja membuka situs atau web yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan yang mereka buka hanyalah situs web facebook,twitter maupun lainnya. Padahal banyak sekali web yang memudahkan mereka untuk mencari tugas sesuai dengan bidangnya . salah satu web tersebut adalah psikologi zone , Psikologi zone merupakan portal                        psikologi terbesar.
             Dalam web ini terdapat ilmu psikologi, klinis, perkembangan, pendidikan, industri , social , kata pakar dan konsultasi kepada sarjana atau lulusan psikologi. Psikologi zone juga menyediakan artikel yang bermanfaat. Salah satu artis juga memberi pendapat tentang manfaat web ini “ ilmu semakin bertambah dan menyadari betapa menariknya psikologi itu – Ghea Indonesia Idol “.manfaat dalam bidang psikologi yaitu mempermudah mahasiswa dalam mencari ilmu-ilmu psikologi dan memberi wawasan dengan membaca artikel yang ada di Psikologi Zone. Pembaca juga tidak merasa bosan karena                           artikel-artikel didalamnya sangat menarik. Bagi kita yang suka dengan kegiatan bersosialisasi kita juga bisa mengikuti berbagai macam seminar yang telah disediakan dalam Psikologi Zone .


      sumber : www.psikologizone.com

      Menganalisis Kepribadian Melalui Jejaring Sosial

      Menganalisis Kepribadian Seseorang Melalui Facebook

           Didalam dunia maya terdapat banyak sekali jejaring sosial yang bisa kita gunakan untuk mengekspresikan diri . yaitu contohnya facebook,twitter,my space,skype,msn dan akun lainnnya .Terkadang akun tersebut bisa dijadikan tempat curhat bagi si pemiliknya misalnya lagi mengalami kesal,senang,dan sedih.Pada Facebook kita bisa mencari teman lama atau orang yang sudah lama tidak bertemu.
           Disini saya akan menganalisis seseorang melalui jejaring sosial facebook. Sebut saja subjek tersebut “A” dari yang saya amati kepribadian yang saya lihat dengan nyata berbeda sekali dengan yang ada facebook.Pada Facebook si “A” terlihat agak sedikit centil padahal pada aslinya dia sangat pendiam dan berbicara seperlunya apabila diajak berinteraksi.Menurut saya juga dia juga orang yang susah ditebak karena selalu menutup diri . Dalam Facebook dia sering menceritakan hewan-hewan kesayangannya yaitu kucing dan sering sekali dia menulis status buat kucing-kucingnya dengan inisial nama masing-masing. Dia juga suka sedih ketika pisah atau jauh dari hewan kesayangannya.

      Selasa, 06 Desember 2011

      manusia dan pandangan hidup

      Manusia Dan Pandangan Hidup

      Dalam perjuangan menuju kehidupan yang lebih sempurna, sebagai makhluk Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia memerlukan nilai-nilai unsure yang akan dianutnya sebagai pandangan hidup-nilai luhur adalah tolak ukur kebaikan yang berkenan dengan hal-hal yang bersifat mendasar atau abadi dalam hidup manusia. Seperti tentang cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai dalam hidup ini.
      Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuan,baik untuk menata kehiudupan diri pribadi manusia maupun berfungsi sebagai hubungan antara manusia dengan masyarakat dan alam di sekitarnya. Pandangan hidup tersebut merupakan landasan dasar untuk membentuk berbagai lembaga yang lebih penting bagi kehidupan ini.
      Lembaga Yang Mewujudkan Pandangan Hidup
      Fungsi lembaga-lembaga yang dibentuk manusia adalah sebagai instrument, sarana, dan wahana untuk mewujudkan pandangan kehidupan adalah sekedar merupakan konsepsi yang bersifat abstrak, tanpa daya untuk mewujudkan dirinya dalam kenyataan.
      Sebagai makhluk sosial manusia tidaklah mungkin hidup menyendiri. Oleh karena itu, setiap manusia pribadi hidup sebagai bagian dari lingkungan social yang lebih luas, secara berturut-turut lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dll.
      Hubungan Pandangan Hidup Masyarakat.
      Hubungan pandangan mengenai kehidupan manusia dan masyarakat berdasarkan pada pandangan tentang manusia. Pandangan tentang manusia ini di dasarkan pada Pancasila. Dari sini dapat pula diartikan sebagai pandangan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hubungan inilah manusia dapat hidup dan menghidupi. Manusia hidup dalam hubungan dengan Tuhannya dan dalam perlindunganNya selamanya termasuk dengan lingkungan. Dengan dan dalam kebudayaan dan serba hubungan menjadikan dunia dan lingkungan lebih menyenangkan dan menjadikan hidup lebih baik.
      Pandangan Hidup Berbangsa dan Bernegara
      Konsep bangsa yang digunakan untuk merumuskan sila ketiga terutama konsep E Renan, yaitu sekelompok manusia yang mempunyai keinginan bersama untuk bersatu dan tetap mempertahankan persatuan,sedangkan factor-faktor yang mendorong manusia ingin bersatu itu bermacam-macam. Dalam hal ini apa yang digariskan oleh pasal 2 ayat (1) menegaskan bahwa Negara Indonesia ialah Negara kesatuan yang berbentuk republik.
      Factor pendorong kea rah persatuan yang ditekankan oleh WD ialah pendidikan, budaya yang diatur dalam pasal 31ayat (2) pemerintah berusaha menyelenggarakan suatu sistem penghujatan nasional yang diatur dengan undang-undang.
      Norma-norma itulah yang harus di ikuti agar orang-orangIndonesia dapat hidup berbangsa sesuai dengan pancasila dan menjalankan sila 3 yang wujudkan pasal-pasal tersebut. Orang Indonesia tidak terlepas dari pasal-pasal lain. Lewat hal ini pulalah kecintaan manusia kepada Indonesia kepada bendera merah putih dan bahasa Indonesia dapat dikemukakan secara intensif.
       Sumber : www.wikipedia.com